North Wales Crusaders mengalami kekalahan yang sangat memalukan dalam pertandingan rugby league, ketika mereka kalah 134-0 di kandang sendiri melawan London Broncos. Pertandingan yang berlangsung di Stadiwm CSM, Colwyn Bay, ini mencatatkan kekalahan terbesar dalam sejarah 131 tahun rugby league, baik di divisi atas maupun bawah.
Dalam laga tersebut, Crusaders harus menerima kenyataan pahit setelah kebobolan 25 kali percobaan (try) oleh tim tamu. Ini adalah kali ketiga musim ini mereka kebobolan lebih dari 100 poin, sebelumnya mereka juga mengalami kekalahan 106-18 di London dari tim yang sama.
Kekalahan pada hari Minggu tersebut hanya terpaut 10 poin dari rekor kekalahan terberat dalam sejarah rugby league, yaitu saat York Knights mengalahkan North Wales Raiders dengan skor 144-0 di League One pada tahun 2018.
Emarly Bitungane dari Broncos membuka skor hanya dalam hitungan menit pertama pertandingan, dan Brandon Webster-Mansfield menjadi bintang lapangan dengan mencetak lima percobaan. Saat ini, London Broncos memimpin klasemen Championship dengan catatan sempurna, 14 kemenangan dari 14 pertandingan.
Di sisi lain, North Wales Crusaders berada di posisi terbawah tabel dengan catatan buruk, hanya meraih tiga kemenangan dari 14 laga. Mereka juga harus menanggung penalti 12 poin akibat masalah keuangan dan perubahan kepemilikan yang terjadi pada awal musim ini. Hal ini semakin memperburuk performa mereka di liga.
Kekalahan ini menjadi sorotan utama di dunia rugby, bukan hanya karena angkanya yang mencolok, tetapi juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh tim-tim dalam kompetisi yang semakin ketat. Bagi pembaca Indonesia, peristiwa ini memberikan gambaran tentang betapa kompetitifnya dunia olahraga internasional dan pentingnya manajemen yang baik dalam sebuah tim olahraga untuk menghindari masalah serupa.